LightBlog

Wednesday, June 24, 2020

Catatan Kata Soal Rezeki


Teori manapun tidak akan pernah bisa menjawab soal bagaimana pola rezeki datang kepada seseorang. Ada orang ikhtiarnya rajin bahkan sampai pergi pagi pulang malam, tapi penghasilan yang di dapat pas pasan, bahkan bisa dibilang tidak cukup. Ada orang yang ikhtiarnya biasa biasa saja, bahkan terlihat santai, tapi penghasilannya bisa memenuhi segala keinginan duniawinya.

Mutlak, rezeki itu hak preogratifnya Allah. Meski setiap manusia ada takarannya masing-masing soal rezeki, tapi tidak pernah ada yang tahu seberapa besar takarannya. Yang di perintahkan Allah hanyalah ikhtiar semampunya, sebisanya tanpa harus memikirkan berapa dan apa yang di dapat. Itu karena Allah ingin kita sebagai manusia memasrahkan sepenuhnya soal rezeki kepadaNya.

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu'ah:10).

Teringat nasehat bapak; " Jangan pernah ribut dan gelisah soal sesuatu yang sudah pasti ada, dan di jamin keberadaannya, yaitu soal rezeki. Tapi, gelisahlah terhadap sesuatu yang akan habis masa pakainya, seperti umur dan waktu ibadahmu".

Mentor bisnis saya pernah bilang. "Kalau kamu ingin punya penghasilan 100juta perbulan, maka pantaskan dan siapkan dirimu agar layak menerima penghasilan 100juta perbulan. Tanyakan pada dirimu, layak dan pantas enggak kalau saat ini kamu menerima penghasilan 100juta perbulan".

Jadi, harus bisa memantaskan diri. Jangan sampai kita menerima sesuatu yang belum saatnya atau belum pantas kita menerimanya. Bisa-bisa sesuatu yang kita terima tersebut malah akan mencelakai diri kita. Contoh sederhananya begini, orang yang terbiasa makan sehari-hari di warung makan sederhana, Tiba-tiba di ajak makan ke rumah makan hotel bintang 7. Nah, Kira-kira apa yang akan terjadi, bagaimana reaksinya? Pasti kikkuk. Serba bingung, bingung memilih makanan mana dulu yang akan di ambil. Jadi, harus ada persiapan dulu sebelumnya. Minimal si orang tersebut nanya-nanya dulu, atau lihat-lihat dulu video gimana suasana makan di rumah makan mewah. Jadi pada saat masuk rumah makan, tidak kelihatan canggung atau kebingungan.

Begitu pun soal rezeki. Pantaskan dulu diri kita, berilah kelayakan diri kita saat menyampaikan keinginan kita kepada yang Maha Pemberi Rezeki, bahwa kita ingin punya penghasilan 100juta perbulan. Wallahu'alam. _AFH_

No comments:

Post a Comment

LightBlog